Jumat, 02 Maret 2012


MAKALAH
KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN
SYARAT UNTUK MEMNUHI TUGAS KELOMPOK YANG BERJUDUL
                                “ PERMASALAHAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR”  

Logo Fkip.jpg





DI SUSUN OLEH :


LUKMANUL HAKIM
10411721040023
ABDUL FATAH
1041172104063
CECEP PERMANA
1041172104099
YANA FIRGIAWAN
1041172104113

KOMAR RAMDANI
1041172104130
SULTAN
1041172104149
ABURIZAL BAKRI
1041172104251



KELAS : SEMESTER 3D

PRODI PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSUTAS SINGAPERBANGSA KARAWANG
2011

KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT. karena atas Rahmat dan Karunia-Nya telah membimbing kami dan membuka mata hati dan pikiran dalam proses penyusunan makalah ini, yang kami beri judul permasalahan kegiatan belajar mengajar. Makalah ini kami buat sebagai tugas mata kuliah kurikulum pembelajaran dari dosen Bpk Abdullah,S.Pd.
            Atas dasar inilah penulis menyadari dengan sejujurnya tentang kekurangan yang dimiliki, namun semuanya akan dijadikan renungan dan cambuk untuk terus memacu semangat hidup menggali ilmu masa kini dan masa yang akan datang.
Segala saran dan kritik yang bersifat konstruktif dan membangun dari berbagai pihak sangat diharapkan kami dalam penyempurnaan makalah ini.
Akhirnya dengan segala kerendahan hati, perkenankanlah penulis mengucapkan terima kasih, yang tidak terhingga atas segala bantuan dan bimbingan yang telah diberikan dalam penyusunan makalah ini.
            Semoga amal dan kebaikan yang telah diberikan mendapat balasan yang berlipat ganda dari ALLAH SWT. Amin.
                                                                



                                                                                                      Karawang, 27 Desember 2011


Penyusun,








DAFTAR ISI
Kata pengantar                                  ......................................................................................................... i
Daftar isi                                             ………………………………………………………………………………………………..…. ii
Bab I
Pendahuluan
A.      Latar belakang masalah                                             ……………………………………………………..….. 1
B.      Memahami masalah                                                  ……………………………………………………..….. 1
C.      Mengumpulkan data                                                  ……………………………………………………..….. 1
D.     Merumuskan hipotesis                                               ……………………………………………………..….. 1
E.      Menilai hipotesis                                                        ……………………………………………………..….. 1
F.       Mengadakan eksperimen / menguji hipotesis           ……………………………………………………..….. 1
G.     Menyimpulkan                                                            ……………………………………………………..….. 1
Bab II
Pembahsan
ü  Permasalahan kegiatan belajar mengajar                 ……………………………………………………..….. 1
ü  Metode mengajar dalam pendidikan jasmani           ……………………………………………………..….. 1
Bab III      
Penutup
Kesimpulan
Saran dan kritik                                   ....................................................................................................... iii
Daftar pustaka                                    ....................................................................................................... iv











BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar belakang masalah
Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama.
Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah.
Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut:
  1. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan.
  2. Berpikir dan bertindak kreatif.
  3. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis
  4. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan.
  5. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan.
  6. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.
  7. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja.
Kelemahan metode problem solving sebagai berikut:
  1. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut.
  2. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain.

Pengertian Metode Pemecahan Masalah ( Problem Solving )

Metode pemecahan masalah merupakan suatu metode pengajaran yang mendorong siswa untuk mencari dan memecahkan persoalan - persoalan. Adakalanya manusia memecahkan masalah secara instinktif ( naluriah ) maupun dengan kebiasaan, yang mana pemecahan tersebut biasanya dilakukan oleh binatang.
Pemecahan secara instinktif merupakan bentuk tingkah laku yang tidak dipelajari, seringkali berfaedah dalam situasi yang luarbiasa. Misalnya seseorang yang dalam keadaan terjepit karena bahaya yang datangnya tak disangka, maka secara spontan mungkin ia melompati pagar atau selokan dan berhasil, yang seandainya dalam keadaan biasa hal itu tak mungkin dilakukan.
Dalam situasi yang problematis, baik manusia maupun binatang, dapat menggunakan cara "coba - coba, salah", mencoba lagi ( trial and error ) untuk memecahkan masalahnya. Akan tetapi taraf problem solving pada manusia lebih tinggi karena manusia sanggup memecahkan masalah dengan rasio ( akal ), disamping memiliki bahasa. Oleh karena itu manusia dapat memperluas pemecahan masalahnya di luar situasi konkret.
Dalam menghadapi masalah yang lebih pelik, manusia dapat menggunakan cara ilmiah. Cara ilmiah untuk memecahkan masalah pada umumnya mengikuti langkah - langkah sebagai berikut : 
B.      Memahami masalah
  • Masalah yang dihadapi harus dirumuskan, dibatasi dengan teliti. Bila tidak, usahanya akan sia - sia.
C.      Mengumpulkan data
  • Kalau masalah sudah jelas, dapat dikumpulkan data / informasi / keterangan - keterangan yang diperlukan.
D.     Merumuskan hipotesis
  • Jawaban sementara, yang mungkin memberi penyelesaian dan keterangan keterangan yang diperoleh, mungkin timbul suatu kemungkinan yang memberi harapan yang akan membawa pada pemecahan masalah.
E.      Menilai hipotesis
  • Dengan jalan berpikir dapat diperkirakan akibat - akibat suatu hipotesis. Kalau ternyata bahwa hipotesis ini tidak akan memberi basil baik, maka dimulai lagi dengan langkah kedua.
F.       Mengadakan eksperimen / menguji hipotesis
  • Bila suatu hipotesis memberi harapan baik, maka diuji melalui eksperimen. Kalau berhasil, berarti masalah ini dipecahkan. Tetapi kalau tidak berhasil, harus kembali lagi dari langkah - langkah kedua atau ketiga.
G.     Menyimpulkan
  • Laporan tentang keseluruhan prosedur pernecahan masalah yang diakhiri dengan kesimpulan. Di sini kemungkinan dapat dicetuskan suatu prinsip atau hukum. Kesanggupan memecahkan masalah harus diajarkan kepada para siswa, sebab pemecahan masalah secara ilmiah ( scientific method ) berguna bagi mereka untuk memecahkan masalah yang sulit. Metode ini selain dapat digunakan untuk mernecahkan masalah dalam berbagai bidang studi, juga dapat digunakan untuk pemecahan yang berkaitan dengan kebutuhan siswa dalam kehidupan sehari - hari.
Kelebihan dan kelemahan :
Kelebihan :
  • Mengajak siswa berpikir secara rasional
  • Siswa aktif
  • Mengembangkan rasa tanggung jawab
Kelemahan :
  • Memakan waktu lama
  • Kebulatan bahan kadang - kadang sukar dicapai



















BAB II
PEMBAHASAN
PERMASALAHAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
Masuk kelas sepertinya tidak ada persiapan untuk proses pembelajaran. Guru tidak siap dengan apa yang akan dilakukan didalam kelas agar siswa dapat belajar, hanya berbekal kemauan dan penguasaan materi tanpa perencanaan strategi apa yang akan dilakukan. Memang materi yang akan disampaikan sudah begitu faham, sebab materi itu telah berulang kali disampaikan kepada siswa dari kelas ke kelas setiap hari dari tahun ke tahun. Anggap saja sudah ada dimemori otak bahkan ada orang berkata sudah diluar kepala. Begitu juga dengan siswanya, sepertinya tidak siap mengikuti pembelajaran.
Hal ini dapat terlihat dari pertama masuk kelas yang terkadang masih banyak yang kesiangan sehingga tidak dapat mengikuti kegiatan dari awal. Banyak siswa yang tidak langsung buka buku setelah berada ditempat duduk malah ngobrol sambil bermain-main dengan temannya. Pada kegiatan pendahuluan banyak siswa yang tidak memperhatikan guru menyampaikan motivasi berupa pertanyaan-pertanyaan sekitar materi yang akan dipelajari atau menyampaikan tujuan pembelajaran. Banyak siswa yang tidak memiliki buku sumber, sehingga tidak pernah membaca materi yang akan dipelajari. Yang memiliki buku sumberpun jarang belajar dalam hal ini membaca buku sumber dirumahnya.
Pada saat kegiatan inti, guru kebanyakan hanya menyampaikan materi pelajaran dengan ceramah yang diselingi dengan pertanyaan-pertanyaan yang jarang dijawab oleh siswa, sehingga terkadang guru menjadi kesal seolah-olah tidak ada perhatian dari siswa dan akhirnya pertanyaan dijawab kembali oleh guru. Padahal memang seharusnya guru sadar bahwa pada saat guru menerangkan (mengajar) sebenarnya banyak siswa yang tidak belajar tapi hanya pura-pura belajar sedangkan pikirannya melayang entah kemana.
Bahkan beberapa siswa dengan terang-terangan malah ngobrol dan bermain-main dan siswa tersebut akan diam pura-pura mendengarkan jika telah ada teguran. Kalau sudah seperti itu kejadiannya guru menjadi tidak semangat mengajar lalu proses belajar mengajar menjadi tidak sesuai dengan harapan, dan waktu pembelajaran yang hanya 2 x 40 menit menjadi terasa lama. Kemungkinan besar siswapun ingin pembelajaran cepat selesai karena kegiatan pembelajaran seakan tidak berarti bahkan menyiksa diri. Sebenarnya hampir semua guru merasakan hal ini dan menyadari bahwa semua itu tidak menjadikan proses belajar mengajar dikatakan baik dan berhasil, tapi untuk melakukan perbaikan pembelajaran dirasakan sangat sulit.
Mengapa guru tidak melakukan inovatif dalam pembelajaran dengan melakukan pembelajaran kooperatif yang banyak modelnya seperti STAD, NHT, Jigsaw dan lain-lain, sehingga siswa akan lebih aktif dalam proses pembelajaran. Guru bukan lagi sebagai satu-satunya sumber belajar. Peran guru tidak lagi hanya menyampaikan materi pelajaran, tapi membuat strategi bagaimana siswa dapat belajar sehingga pengetahuan tidak hanya didapat dari apa yang disampaikan guru tetapi dibangun oleh siswa sendiri dari apa yang dialami ( pengalaman ) sehari-hari. Keaktifan siswa dalam belajar biasanya akan membawa dampak positif pada hasil belajar baik yang berupa kognitif, afektif maupun psikomotorik. Namun mengapa guru tidak melakukan hal itu? Ada beberapa kemungkinan yang menjadi kendala atau hambatan mengapa guru tidak melakukan kegiatan pembelajaran kooperatif, diantaranya: (1) kurangnya pengetahuan tentang model-model pembelajaran kooperatif, (2) pembelajaran kooperatif membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai seperti buku sumber, alat peraga, charta, multi media dan lain-lain, (3) biaya penggandaan lembar kerja siswa yang cukup besar pada setiap kegiatan.
Untuk mengatasi kendala atau hambatan tersebut tentunya diperlukan beberapa hal yang menyangkut kegiatan pembelajaran kooperatif diantaranya:
1.      Semua guru diharuskan mengetahui dan memahami model-model pembelajaran kooperatif dengan mengikuti kegiatan diklat atau MGMP serta mensosialisasikan dalam kegiatan open class.
2.      Sekolah menyediakan sarana prasarana untuk kegiatan pembelajaran kooperatif terutama buku sumber yang harus satu orang siswa satu buku sehingga buku bisa dibawa kerumah dan dipelajari (dibaca) dirumah sebelum dibahas pada kegiatan pembelajaran disekolah.
3.      Guru dimotivasi untuk membuat lembar kerja siswa pada setiap kegiatan pembelajaran serta dibiayai oleh sekolah untuk menggandakannya dan diberi reward untuk yang melakukannya.

METODE MENGAJAR DALAM PENDIDIKAN JASMANI
http://grandmall10.files.wordpress.com/2010/11/falsafah_2.jpg?w=470&h=426
A.     Pengertian Metode Pengajaran Penjas
Metode berasal dari bahasa Latin ” Meta ” dan ” Hodos “. Meta artinya jauh (melampaui), Hodos artinya jalan (cara). Metode adalah cara-cara mencapai tujuan. Sedangkan pengertian mengajar menurut Arifin (1978) mendefinisikan bahwa mengajar adalah suatu rangkaian kegiatan penyampaian bahan pelajaran kepada murid agar dapat menerima, menanggapi, menguasai dan mengembangkan bahan pelajaran itu. Sedangklan Nasution (1986) berpendapat bahwa mengajar adalah suatu aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan anak, sehingga terjadi proses belajar. Namun menurut Biggs (1991), seorang pakar psikologi membagi konsep mengajar menjadi tiga macam pengertian yaitu :
a.      Pengertian Kuantitatif dimana mengajar diartikan sebagai the transmission of knowledge, yakni penularan pengetahuan. Dalam hal ini guru hanya perlu menguasai pengetahuan bidang studinya dan menyampaikan kepada siswa dengan sebai-baiknya. Masalah berhasil atau tidaknya siswa bukan tanggung jawab pengajar.
b.      Pengertian institusional yaitu mengajar berarti . the efficient orchestration of teaching skills, yakni penataan segala kemampuan mengajar secara efisien. Dalam hal ini guru dituntut untuk selalu siap mengadaptasikan berbagai teknik mengajar terhadap siswa yang memiliki berbagai macam tipe belajar serta berbeda bakat , kemampuan dan kebutuhannya.
c.       Pengertian kualitatif dimana mengajar diartikan sebagai the facilitation of learning, yaitu upaya membantu memudahkan kegiatan belajar siswa mencari makna dan pemahamannya sendiri.
Dari definisi-definisi mengajar dari para pakar di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa mengajar adalah suatu aktivitas yang tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik untuk saling berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan sehingga terjadi proses belajar dan tujuan pengajaran tercaqpai. Sedangkan pengertian pendidikan jasmani menurut Depdiknas (2003) merupakan proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang direncanakan secara sistematik bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan individu secara organik, neuromuskuler, perseptual, kognitif, dan emosional, dalam kerangka sistem pendidikan nasional.
            Metode mengajar merupakan pedoman cara khusus untuk penyampaian materi pembelajaran untuk struktur episode belajar atau pembelajaran. Menurut Mosston (1986) mengajar adalah serangkaian hubungan yang berkesinambungan antar guru dan siswa yaitu:        
1.      Mencoba mencapai keserasian anatara apa yang diniatkan dengan apa yang sebenarnya terjadi. Maksud = perbuatan.
2.      Masalah yang tentang metode mengajar.
Suatu pendekatan terhadap siswa untuk mencapai sasaran yang ingin dicapai guru harus berdasarkan pilihanya atas beberapa hal yaitu :
a.      kemampuan guru
b.      kebutuhan siswa
c.       besarnya kelas
d.      alat dan fasilitas yang tersedia
e.      media yang ada
f.        tujuan yang ingin dicapai
g.      materi yang dipelajari
h.      lingkungannya
3.      Kita juga dapat mengatasi kecenderungan pribadi seseorang guru.
4.      Mengajar-Belajar-Tujuan
            Interaksi antara guru dan siswa mencerminkan perilaku mengajar dan belajar tertentu. Berbagai gaya didasarkan atas interaksi anatar perilaku siswa dan perilaku guru, serta hubungannya untuk mencapai tujuan.
5.      Perilaku guru sebagai titik masuk
Dapat dinyatakan bahawa perilaku guru akan mengarahkan pewerlikanu siswa untuk mencapai tujuan pelajaran. Dari definisi-definisi metode dan mengajar yang telah diuraikan di atas, maka penulis mengambil kesimpulan bahwa pengertian metode mengajar penjas adalah cara-cara untuk melakukan aktivitas yang tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik untuk saling berinteraksi dalam proses pembelajaran jasmani melalui aktivivitas jasmani dan pembelajaran jasmani sehingga proses belajar berjalan dengan baik dalam arti tujuan pengajaran tercapai. Agar tujuan pengajaran tercapai sesuai dengan yang telah dirumuskan oleh pendidik, maka perlu mengetahui, mempelajari beberapa metode mengajar, serta dipraktekkan pada saat mengajar.
Dari analisis metode mengajar menurut perilaku guru, perilaku siswa dan tujuan dapat digolongkan sebagai berikut :
B.      Metode Ceramah (Preaching Method)
Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Muhibbin Syah, (2000). Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa.
Ø  Beberapa kelemahan metode ceramah adalah :
a.      Membuat siswa pasif.
b.      Mengandung unsur paksaan kepada siswa.
c.       Mengandung daya kritis siswa ( Daradjat, 1985).
d.      Anak didik yang lebih tanggap dari visi visual akan menjadi rugi dan anak didik yang lebih tanggap auditifnya dapat lebihbesar menerimanya.
e.      Sukar mengontrol sejauhmana pemerolehan belajar anak didik.
f.        Kegiatan pengajaran menjadi verbalisme (pengertian kata-kata).
g.      Bila terlalu lama membosankan.(Syaiful Bahri Djamarah, 2000).
Ø  Beberapa kelebihan metode ceramah adalah :
a.      Guru mudah menguasai kelas.
b.      Guru mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar.
c.       Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar.
d.      Mudah dilaksanakan (Syaiful Bahri Djamarah, 2000).
C.      Metode diskusi ( Discussion method )
Menurut Muhibbin Syah ( 2000 )mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving). Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama ( socialized recitation ).
Metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar mengajar untuk :
a.      Mendorong siswa berpikir kritis.
b.      Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas.
c.       Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirnya untuk memcahkan masalah bersama.
d.      Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdsarkan pertimbangan yang seksama.
Ø  Kelebihan metode diskusi sebagai berikut :
a.      Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan.
b.      Menyadarkan ank didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik.
c.       Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya dan membiasakan bersikap toleransi. (Syaiful Bahri Djamarah, 2000).
Ø  Kelemahan metode diskusi sebagai berikut :
a.      Tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar.
b.      Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas.
c.       Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara.
d.      Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal (Syaiful Bahri Djamarah, 2000).

D.     Metode demontrasi ( Demonstration method )
            Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Muhibbin Syah ( 2000). Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran. Syaiful Bahri Djamarah ( 2000).
Manfaat psikologis pedagogis dari metode demonstrasi adalah :
a.      Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan.
b.      Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
c.       Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa (Daradjat, 1985).
Ø  Kelebihan metode demonstrasi sebagai berikut :
a.      Membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atu kerja suatu benda.
b.      Memudahkan berbagai jenis penjelasan.
c.       Kesalahan-kesalahan yeng terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki melaui pengamatan dan contoh konkret, drngan menghadirkan obyek sebenarnya (Syaiful Bahri Djamarah, 2000).
Ø  Kelemahan metode demonstrasi sebagai berikut :
a.      Anak didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang akan dipertunjukkan.
b.      Tidak semua benda dapat didemonstrasikan.
c.       Sukar dimengerti bila didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan (Syaiful Bahri Djamarah, 2000).
E.      Metode ceramah plus
Metode ceramah plus adalah metode mengajar yang menggunakan lebih dari satu metode, yakni metode ceramah gabung dengan metode lainnya.Dalam hal ini penulis akan menguraikan tiga macam metode ceramah plus yaitu :
a.      Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas (CPTT).
Metode ini adalah metode mengajar gabungan antara ceramah dengan tanya jawab dan pemberian tugas.
Metode campuran ini idealnya dilakukan secar tertib, yaitu :
1)      Penyampaian materi oleh guru.
2)      Pemberian peluang bertanya jawab antara guru dan siswa.
3)      Pemberian tugas kepada siswa.
4)      Metode ceramah plus diskusi dan tugas (CPDT).
Metode ini dilakukan secara tertib sesuai dengan urutan pengkombinasiannya, yaitu pertama guru menguraikan materi pelajaran, kemudian mengadakan diskusi, dan akhirnya memberi tugas.
b.      Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL)
Metode ini dalah merupakan kombinasi antara kegiatan menguraikan materi pelajaran dengan kegiatan memperagakan dan latihan (drill).
F.       Metode resitasi ( Recitation method )
Metode resitasi adalah suatu metode mengajar dimana siswa diharuskan membuat resume dengan kalimat sendiri.
Ø  Kelebihan metode resitasi sebagai berikut :
a.      Pengetahuan yang anak didik peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama.
b.      Anak didik berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif, bertanggung jawab dan berdiri sendiri (Syaiful Bahri Djamarah, 2000).
Ø  Kelemahan metode resitasi sebagai berikut :
a.      Terkadang anak didik melakukan penipuan dimana anak didik hanya meniru hasil pekerjaan temennya tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri.
b.      Terkadang tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.
c.       Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual (Syaiful Bahri Djamarah, 2000).
G.     Metode latihan keterampilan ( Drill method )
Metode latihan keterampilan adalah suatu metode mengajar , dimana siswa diajak ke tempat latihan keterampilan untuk melihat bagaimana cara membuat sesuatu, bagaimana cara menggunakannya, untuk apa dibuat, apa manfaatnya dan sebagainya. Contoh latihan keterampilan membuat tas dari mute/pernik-pernik.
Ø  Kelebihan metode latihan keterampilan sebagai berikut :
a.      Dapat untuk memperoleh kecakapan motoris, seperti menulis, melafalkan huruf, membuat dan menggunakan alat-alat.
b.      Dapat untuk memperoleh kecakapan mental, seperti dalam perkalian, penjumlahan, pengurangan, pembagian, tanda-tanda/simbol, dan sebagainya.
c.       Dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan.
Ø  Kekurangan metode latihan keterampilan sebagai berikut :
a.      Menghambat bakat dan inisiatif anak didik karena anak didik lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan kepada jauh dari pengertian.
b.      Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan.
c.       Kadang-kadang latihan yang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal yang monoton dan mudah membosankan.
d.      Dapat menimbulkan verbalisme.
H.     Metode mengajar beregu ( Team teaching method )
Metode mengajar beregu adalah suatu metode mengajar dimana pendidiknya lebih dari satu orang yang masing-masing mempunyai tugas. Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator. Cara pengujiannya, setiap pendidik membuat soal, kemudian digabung. Jika ujian lisan maka setiap siswa yang diuji harus langsung berhadapan dengan team pendidik tersebut.
I.        Metode mengajar sesama teman ( Peer teaching method )
Metode mengajar sesama teman adalah suatu metode mengajar yang dibantu oleh temannya sendiri
J.        Metode pemecahan masalah ( Problem solving method )
Metode ini adalah suatu metode mengajar yang mana siswanya diberi soal-soal, lalu diminta pemecahannya.
K.      Metode perancangan ( project method )
yaitu suatu metode mengajar dimana pendidik harus merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian.
Ø  Kelebihan metode perancangan sebagai berikut :
a.      Dapat merombak pola pikir anak didik dari yang sempit menjadi lebih luas dan menyuluruh dalam memandang dan memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan.
b.      Melalui metode ini, anak didik dibina dengan membiasakan menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dengan terpadu, yang diharapkan praktis dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Ø  Kekurangan metode perancangan sebagai berikut :
a.      Kurikulum yang berlaku di negara kita saat ini, baik secara vertikal maupun horizontal, belum menunjang pelaksanaan metode ini.
b.      Organisasi bahan pelajaran, perencanaan, dan pelaksanaan metode ini sukar dan memerlukan keahlian khusus dari guru, sedangkan para guru belum disiapkan untuk ini.
c.       Harus dapat memilih topik unit yang tepat sesuai kebutuhan anak didik, cukup fasilitas, dan memiliki sumber-sumber belajar yang diperlukan.
d.      Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok unit yang dibahas.
L.       Metode Bagian ( Teileren method )
yaitu suatu metode mengajar dengan menggunakan sebagian-sebagian, misalnya bagian per bagian kemudian disambung lagi dengan bagian/materi lainnya yang tentu saja berkaitan dengan masalahnya.
M.   Metode Global (Ganze method )
yaitu suatu metode mengajar dimana siswa disuruh membaca keseluruhan materi, kemudian siswa meresume apa yang dapat mereka serap atau ambil intisari dari materi tersebut.















BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah.
Laporan tentang keseluruhan prosedur pernecahan masalah yang diakhiri dengan kesimpulan. Di sini kemungkinan dapat dicetuskan suatu prinsip atau hukum. Kesanggupan memecahkan masalah harus diajarkan kepada para siswa, sebab pemecahan masalah secara ilmiah ( scientific method ) berguna bagi mereka untuk memecahkan masalah yang sulit. Metode ini selain dapat digunakan untuk mernecahkan masalah dalam berbagai bidang studi, juga dapat digunakan untuk pemecahan yang berkaitan dengan kebutuhan siswa dalam kehidupan sehari - hari.
Saran dan Kritik
Tulisan sederhana ini merupakan gambaran informasi yang harus di sampaikan kepada semua komponen, yang akan terlibat dalam proses pembelajran atau kepelatihan khususnya kependidikan. Yang tidak menutup kemungkinan dipelajari oleh mereka, yang punya keinginan untuk menambah wawasan tentang kemampuan dan pengetahuannya. Yang tentunya akan sangat bermafaat bagi kita yang hendak mengajar.
Keterbatasan ruang dan waktulah yang menyebabkan tulisan ini perlu diperbaiki dan dan di tambahkan di kemudian hari, tentunya dengan tujuan penyempurnaan yang bersifat lebih komprehensif lagi, dalam suasana yang lebih komunikatif dan kondusif. Oleh karena itu, segala saran dan kritik akan kami terima dengan senang hati.
Dengan segala keterbatasan saya ucapkan mohon maaf dan terimakasih.
                                                                                             
Karawang, 27 Desember 2011
                                                                                                                   
                                                                                                                    Penyusun,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar