Jumat, 02 Maret 2012

Pendidikan Rekreasi


MAKALAH
PENDIDIKAN REKREASI
Untuk memenuhi salah satu tugas individu dengan dosen pengampu :
Rekha Ratri julianti,M.Pd




Di Susun Oleh :

LUKMANUL HAKIM
10411721040023
KELAS : 4 D

PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG
2012


KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT. karena atas Rahmat dan Karunia-Nya telah membimbing saya dan membuka mata hati dan pikiran dalam proses penyusunan makalah ini, yang kami beri judul “pendidikan rekreasi”. Makalah ini saya buat sebagai tugas individu mata kuliah pendidikan rekreasi pembelajaran dari dosen Ibu Rekha Ratri Julianti,M.Pd.,
            Atas dasar inilah penulis menyadari dengan sejujurnya tentang kekurangan yang dimiliki, namun semuanya akan dijadikan renungan dan cambuk untuk terus memacu semangat hidup menggali ilmu masa kini dan masa yang akan datang.
Segala saran dan kritik yang bersifat konstruktif dan membangun dari berbagai pihak sangat diharapkan saya dalam penyempurnaan makalah ini.
Akhirnya dengan segala kerendahan hati, perkenankanlah penulis mengucapkan terima kasih, yang tidak terhingga atas segala bantuan dan bimbingan yang telah diberikan dalam penyusunan makalah ini.
            Semoga amal dan kebaikan yang telah diberikan mendapat balasan yang berlipat ganda dari ALLAH SWT. Amin.
                                                                                                          



                                                                                                  Karawang, 3 Maret 2012


Penyusun,





i

LEMBAR PENGESAHAN
Makalah ini yang berjudul Pendidikan Rekreasi” ini telah disetujui oleh Dosen Pengampu untuk melakukan presentasi individu dan dilakukan penelitian selanjutnya.






Karawang, 3 Maret  2012

Dosen Pengampu


Rekha Ratri Julianti,M.Pd.










i


DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Lembar Pengesahan                     …………………………………………………………………….………. i
Daftar Isi                                           ……………………………………………………………………………. ii
BAB I Pendahuluan
I.              Latar belakang masalah                                               …………………………………. 1
II.            Memahami masalah                                                     …………………………………. 3
III.           Mengumpulkan data                                                     ……………………………….... 3
IV.          Merumuskan hipotesis                                                 …………………………………. 3
V.           Menilai hipotesis                                                            ……………………………..….. 3
VI.          Mengadakan eksperimen/menguji hipotesis           …………………………………. 3
BAB II Pembahasan
A.   Pengertian pendidikan rekreasi
B.   Manfaat dan tujuan rekreasi
C.   Jenis-jenis rekreasi
D.   Sasaran
E.   Tempat-tempat rekreasi
F.    Factor-faktor rekreasi
G.   Nilai rekreasi
H.   Merencanakan rekreasi
BAB III Penutup
Kesimpulan                                      ………………………………………………………………………..….. iii
Saran dan Kritik                               ………………………………………………………………………..…. iv
Daftar Pustaka                                 …………………………………………………………………………… v







ii


BAB I
Pendahuluan
I.      Latar Belakang Masalah
A.   Rekrasi
Rekreasi, yang merupakan pembaharuan kesejahteraan fisik dan mental, sangat perlu bagi perkembangan manusia seutuhnya. Cara yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan ini mempengaruhi sikap murid- murid terhadap hubungan-hubungan antar pribadi dalam kehidupan.
Pada saat siang dan sore juga hari Sabtu dan Minggu biasa digunakan anak-anak untuk melakukan apa saja yang mereka inginkan. Namun, sebagian besar waktu luang mereka mungkin berada di bawah pengaruh- pengaruh sekuler dari teman-temannya atau orang dewasa, televisi, klub, atau kelompok lainnya. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi pengaruh-pengaruh ituadalah dengan mengadakan sebuah program yang bermanfaat di waktu luang termasuk kegiatan-kegiatan rekreasi.
Rekreasi menyegarkan dan menyehatkan kembali tubuh dan jiwa. Jika direncanakan secara efektif, rekreasi merupakan bagian integral dari seluruh pengalaman belajar/mengajar dalam SM.
Para ahli memandang bahwa rekreasi adalah aktivitas untuk mengisi waktu senggang. Akan tetapi, rekreasi dapat pula memenuhi salah satu definisi “penggunaan berharga dari waktu luang.” Dalam pandangan itu, aktivitas diseleksi oleh individu sebagai fungsi memperbaharui ulang kondisi fisik dan jiwa, sehingga tidak berarti hanya membuang-buang waktu atau membunuh waktu. Rekreasi adalah aktivitas yang menyehatkan pada aspek fisik, mental dan sosial. Jay B. Nash menggambarkan bahwa rekreasi adalah pelengkap dari kerja, dan karenanya merupakan kebutuhan semua orang.
Dengan demikian, penekanan dari rekreasi adalah dalam nuansa “mencipta kembali” (re-creation) orang tersebut, upaya revitalisasi tubuh dan jiwa yang terwujud karena ‘menjauh’ dari aktivitas rutin dan kondisi yang menekan dalam kehidupan sehari-hari. Landasan kependidikan dari rekreasi karenanya kini diangkat kembali, sehingga sering diistilahkan dengan pendidikan rekreasi, yang Tujuan utamanya adalah mendidik orang dalam bagaimana memanfaatkan waktu senggang mereka.
Sedangkan dansa adalah aktivitas gerak ritmis yang biasanya dilakukan dengan iringan musik, kadang dipandang sebagai sebuah alat ungkap atau ekspresi dari suatu lingkup budaya tertentu, yang pada perkembangannya digunakan untuk hiburan dan memperoleh kesenangan, di samping sebagai alat untuk menjalin komunikasi dan pergaulan, di samping sebagai kegiatan yang menyehatkan.
Di Amerika, dansa menjadi bagian dari program pendidikan jasmani, karena dipandang sebagai alat untuk membina perbendaharaan dan pengalaman gerak anak, di samping untuk meningkatkan kebugaran jasmani serta pewarisan nilai-nilai. Meskipun menjadi bagian penjas, dansa sendiri masih dianggap sebagai cabang dari seni. Kemungkinan bahwa dansa digunakan dalam penjas terutama karena hasilnya yang mampu mengembangkan orientasi gerak tubuh. Bahkan ditengarai bahwa aspek seni dari dansa dipandang mampu mengurangi kecenderungan penjas agar tidak terlalu berorientasi kompetitif dengan memasukkan unsur estetikanya. Jadi sifatnya untuk melengkapi fungsi dan peranan penjas dalam membentuk manusia yang utuh seperti diungkap di bagian-bagian awal naskah ini.
II.    Memahami masalah
  • Masalah yang dihadapi harus dirumuskan, dibatasi dengan teliti. Bila tidak, usahanya akan sia - sia.
III.   Mengumpulkan data
  • Kalau masalah sudah jelas, dapat dikumpulkan data / informasi / keterangan - keterangan yang diperlukan.
IV.  Merumuskan hipotesis
  • Jawaban sementara, yang mungkin memberi penyelesaian dan keterangan keterangan yang diperoleh, mungkin timbul suatu kemungkinan yang memberi harapan yang akan membawa pada pemecahan masalah.
V.   Menilai hipotesis
  • Dengan jalan berpikir dapat diperkirakan akibat - akibat suatu hipotesis. Kalau ternyata bahwa hipotesis ini tidak akan memberi hasil baik, maka dimulai lagi dengan langkah kedua.
VI.  Mengadakan eksperimen / menguji hipotesis
  • Bila suatu hipotesis memberi harapan baik, maka diuji melalui eksperimen. Kalau berhasil, berarti masalah ini dipecahkan. Tetapi kalau tidak berhasil, harus kembali lagi dari langkah - langkah kedua atau ketiga.



























BAB II
Pembahasan
A.   Pengertian Rekreasi
Rekreasi, dari bahasa Latin,re-creare, yang secara harfiah berarti “membuat ulang”, adalah kegiatan yang dilakukan untuk penyegaran kembali jasmani dan rohani seseorang. Hal ini adalah sebuah aktivitas yang dilakukan seseorang selain pekerjaan. Kegiatan yang umum dilakukan untuk rekreasi adalah pariwisata, olahraga, permainan, dan hobi. Kegiatan rekreasi umumnya dilakukan pada akhir pekan. Para ahli memandang bahwa rekreasi adalah aktivitas untuk mengisi waktu senggang. Akan tetapi, rekreasi dapat pula memenuhi salah satu definisi “penggunaan berharga dari waktu luang.”
Dalam pandangan itu, aktivitas diseleksi oleh individu sebagai fungsi memperbaharui ulang kondisi fisik dan jiwa, sehingga tidak berarti hanya membuang-buang waktu atau membunuh waktu. Rekreasi adalah aktivitas yang menyehatkan pada aspek fisik, mental dansosial. Jay B. Nash menggambarkan bahwa rekreasi adalah pelengkap dari kerja,dan karenanya merupakan kebutuhan semua orang.
Dengan demikian, penekanan dari rekreasi adalah dalam nuansa “menciptakan kembali” (re-creation) orang tersebut, upaya revitalisasi tubuh dan jiwa yang terwujud karena ‘menjauh’ dari aktivitas rutin dan kondisi yang menekan dalam kehidupan sehari-hari. Landasan kependidikan dari rekreasi karenanya kini diangkat kembali, sehingga sering diistilahkan dengan pendidikan rekreasi, yang tujuan utamanya adalah mendidik orang dalam bagaimana memanfaatkan waktu senggang mereka.
B.   Manfaat dan Tujuan Rekreasi
Rekreasi biasanya dilakukan saat seseorang memiliki waktu luang, ketika dia bebas dari pekerjaan atau tugas, setelah kebutuhannya sehari-hari telah terpenuhi. Kamus Webster mendefinisikan rekreasi sebagai "sarana untuk menyegarkan kembali atau hiburan" (a means of refreshmnet or diversion). Rekreasi dapat dinikmati, menyenangkan dan bisa pula tanpa membutuhkan biaya. Rekreasi memulihkan kondisi tubuh dan pikiran, serta mengembalikan kesegaran.
Definisi yang lebih tepat lagi dari rekreasi adalah "kegiatan atau pengalaman sukarela yang dilakukan seseorang di waktu luangnya, yang memberikan kepuasan dan kenikmatan pribadi." Meyer, Brightbill, dan Sessoms memberikan sembilan ciri-ciri dasar dari rekreasi, yaitu:
a.    Rekreasi merupakan kegiatan;
b.    Bentuknya bisa beraneka ragam;
c.    Rekreasi ditentukan oleh motivasi;
d.    Rekreasi dilakukan secara rutin;
e.    Rekreasi benar-benar sukarela;
f.     Rekreasi dilakukan secara universal dan diperlukan;
g.    Rekreasi adalah serius dan berguna;
h.    Rekreasi itu fleksibel;
i.      Rekreasi merupakan hasil sampingan.
Seorang anak mengatakan bahwa rekreasi adalah "apa yang Anda lakukan ketika Anda tidak menginginkannya." Rekreasi untuk anak-anak sangat beraneka ragam sesuai dengan minat, kebutuhan, dan kemampuan masing-masing anak. Orang-orang yang memimpin kegiatan rekreasi untuk anak-anak harus mengenali keberagaman ini dan tidak memaksakan setiap anak untuk mengikuti program yang sama. Karena rekreasi bertujuan untuk menyegarkan kembali, membangun, dan membentuk pengalaman yang menyenangkan dan berharga, kepentingan setiap individu adalah penting.
a.    Tujuan Pendidikan Rekreasi
1.    Menyiapkan tenaga ahli dalam bidang rekreasi
2.    Mengembangkan dan menyebarkan luaskan ilmu pendidikan rekreasi dan mengupayakan untuk meningkatkan taraf hidup para lulusannya dan masyarakat guna mencapai tujuan nasional.
b.    Sedangkan Tujuan Rekreasi
1.    Membuat kita pres kembali setelah bekerja
2.    Menghilangkan rasa jenuh
3.    Membuat kita gembira
4.    Menyegarkan kembali, membangun dan membentuk pengalaman yang menyenangkan dan berharga.

Contoh Permainan Tradisional
a.    Bentengan
Benteng, adalah permainan yang dimainkan oleh dua grup, masing – masing terdiri dari 4 sampai dengan 8 orang. Masing – masing grup memilih suatu tempat sebagai markas, biasanya sebuah tiang, batu atau pilar sebagai ‘benteng’.
b.    Permainan
Tujuan utama permainan ini adalah untuk menyerang dan mengambil alih ‘benteng’ lawan dengan menyentuh tiang atau pilar yang telah dipilih oleh lawan dan meneriakkan kata benteng. Kemenangan juga bisa diraih dengan ‘menawan’ seluruh anggota lawan dengan menyentuh tubuh mereka. Untuk menentukan siapa yang berhak menjadi ‘penawan’ dan yang ‘tertawan’ ditentukan dari waktu terakhir saat si ‘penawan’ atau ‘tertawan’ menyentuh ‘benteng’ mereka masing – masing. 
c.    Tawanan
Orang yang paling dekat waktunya ketika menyentuh benteng berhak menjadi ‘penawan’ dan bisa mengejar dan menyentuh anggota lawan untuk menjadikannya tawanan. Tawanan biasanya ditempatkan di sekitar benteng musuh. Tawanan juga bisa dibebaskan bila rekannya dapat menyentuh dirinya. 
d.    Takti
Dalam permainan ini, biasanya masing – masing anggota mempunyai tugas seperti ‘penyerang’, ‘mata – mata, ‘pengganggu’, dan penjaga ‘benteng’. Permainan ini sangat membutuhkan kecepatan berlari dan juga kemampuan strategi yang handal.
e. Jek-jekan
Ada dua kelompok (bisa campuran co/ce). masing-masing kelompok menguasai satu pohon. nah masing-masing anggota kelompok berusaha untuk menyerang kelompok lain dengan cara menyentuh pohon lawan. syaratnya adalah tidak tersentuh oleh lawan dulu. kalau tersentuh lawan, maka masuk penjara (lingkaran di samping pohon si lawan). 
untuk mengeluarkan, musti disentuh oleh temannya. oh ya, bagi yang menyentuh pohonnya sendiri paling akhir, dia lebih “kuat”.


C.   Jenis Jenis Rekreasi
Rekreasi mencakup lebih dari sekedar permainan-permainan. Meskipun peristiwa-peristiwa di udara terbuka seperti olahraga, berkemah, dan jalan lintas alam itu penting, pertemuan-pertemuan ramah-tamah seperti pesta dan piknik juga harus dipertimbangkan. Rekreasi juga termasuk beberapa kegiatan ekspresif yang berlangsung dalam lingkungan departemen dan yang langsung bertalian dengan tema pelajaran seperti drama, sastra, bercerita, kesenian,dan pekerjaan tangan serta bermacam-macam hobi. conttoh pemainannya bisa saja bola kasti juga.
1.    Pariwisata atau turisme
adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi atau liburan, dan juga persiapan yang dilakukan untuk aktivitas ini.Seorang wisatawan atau turis adalah seseorang yang melakukan perjalanan paling tidak sejauh 80 km (50 mil) dari rumahnya dengan tujuan rekreasi, merupakan definisi oleh Organisasi Pariwisata Dunia. Definisi yang lebih lengkap, turisme adalah industri jasa. Mereka menangani jasa mulai dari transportasi; jasa keramahan-tempat tinggal, makanan, minuman; dan jasa bersangkutan lainnya seperti bank ,asuransi, keamanan, dll.
Dan juga menawarkan tempat istrihat, budaya, pelarian, petualangan, dan pengalaman baru dan berbeda lainnya. Banyak negara, bergantung banyak dari industri pariwisata ini sebagai sumber pajak dan pendapatan untuk perusahaan yang menjual jasa kepada wisatawan. Oleh karena itu pengembangan industri pariwisata ini adalah salahsatu strategi yang dipakai oleh Organisasi Non-Pemerintahuntuk mempromosikan wilayah tertentu sebagai daerah wisata untuk meningkatkan perdagangan melalui penjualan barang dan jasa kepada orang non-lokal.
2.    Olahraga
adalah aktivitas untuk melatih tubuh seseorang, tidak hanya secara jasmani tetapi juga rohani (misalkan olahraga tradisional dan modern).
3.    Permainan
Merupakan sebuah aktivitas rekreasi dengan tujuan bersenang-senang, mengisi waktu luang, atau berolahraga ringan. Permainan biasanya dilakukan sendiri atau bersama-sama. Permainan ada tingkatannya berdasarkan umur, ada permainan anak dan ada permainan dewasa. Ada juga permainanuntuk umum yaitu permainan computer.
4.    Hobi
adalah kegiatan rekreasi yang dilakukan pada waktuluang untuk menenangkan pikiran seseorang. Kata Hobi  merupakan sebuah kata serapan dari Bahasa Inggris "Hobby". Tujuan hobi adalah untuk memenuhi keinginan dan mendapatkan kesenangan. Terdapat berbagai macam jenis hobi seperti mengumpulkan sesuatu (Koleksi), membuat, memperbaiki, bermain dan pendidikan dewasa.
Rekreasi sangat beragam, sama seperti orang-orang yang berpartisipasi di dalamnya.Berikut ini beberapa kategori umum dengan kegiatan spesifik yang dapat digunakandalam berekreasi bersama anak-anak.
D.   Sasaran
1.    Rekreasi sosial
Permainan di dalam ruangan        
(acara icebreaker, kursi musik, papan permainan, permainandengan tulisan, permainan musikal) permainan di luar ruangan (lari estafet, balapan, kejar- kejaran)makan bersama (perjamuan, makanan pencuci mulut/makanan kecil, piknik, makananseadanya, makan malam).
Rekreasi di luar ruangan
kegiatan di alam (melihat burung-burung, jalan-jalan di perkebunan, mendaki gunung)olah raga (badminton, sepakbola, basket, bersepeda, berenang, mendaki, memancing, berkuda, berburu, dll.)
2.    Rekreasi budaya dan kreatif
a.    Drama (tebak kata, role play, cerita drama, dll.)
b.    Bercerita (cerita lucu, cerita horor, cerita sesuai waktu, cerita sekuler)
c.    Literatur (puisi, membaca Alkitab, membaca cerita)
d.    Audiovisual (film, TV, Video)
e.    Seni dan kerajinan (membuat gambar, kerajinan dari barang bekas, menempel, melukis, kerajinan dari kertas, dll).
f.     Membuat tulisan kreatif, drama, musik, dll.
g.    kegiatan permainan, olah raga, jalan-jalan.
h.    Belajar (jalan-jalan di perkebunan, museum, dll.)
E.   Tempat-tempat Rekreasi
Tempat-tempat yang biasa dikunjungi saat rekreasi:
a.    Pantai
Pantai adalah salah satu pilihan umum tujuan rekreasi, bisa jadi karenadaerah pantai lebih menarik disebabkan jumlah orang-orang yang berlibur dan dipenuhi oleh fasilitas-fasilitas yang mendukung refreshing (penyegaran) seperti Pantai Kuta, Bali.
b.    Gunung/Bukit
Mendaki gunung/bukit merupakan keasyikan tersendiri bagi yangmenyukainya. Selain sambil menjelajahi jalan-jalan ke puncak gunung/bukit, pendaki juga bisa menikmati keindahan alam di sekitar.
c.    Hutan
Berkemah dapat dilakukan di hutan-hutan terdekat. Sambil berkemah, bisamenghirup udara segar dari pepohonan di hutan dan belajar hidup alami.Tapi, bagaimanapun harus berhati-hati juga dengan binatang-binatang liar di hutan.
d.    Rumah Keluarga Jauh
Mengunjungi rumah keluarga jauh kita juga mengasyikkan, terutama bagikeluarga yang cukup jarang dikunjungi, karena bisa menambah jaringansilaturahmi dan melepas rindu antar keluarga.
e.    Rumah Sendiri
Berlibur di rumah sendiri adalah pilihan terakhir bagi orang-orang yang tidak mempunyai uang cukup untuk berlibur/berekreasi di tempat-tempat jauh atau mahal, tetapi bisa menjadi kesenangan tersendiri bagi beberapa orang, ditambah bila di rumah sendiri sudah terdapat fasilitas-fasilitas yang dapat menyenangkan diri dan tidak membosankan selama liburan.Selain bisa dianggap rekreasi, buat apa capek-capek mengeluarkan uang? Minat, kemampuan, dan kebutuhan anak-anak adalah faktor penting yang harus diperhatikan dalam memilih kegiatan untuk rekreasi. Fokus harus diberikan pada anak-anak sebagai individu. Kegiatan yang melebihi tingkat pemahaman anak-anak atau yangterlalu sulit untuk mereka lakukan harus dihindari karena dapat mengakibatkan frustasi, putus asa, dan gagal.

F.    Faktor-faktor Rekreasi
a.    Rekreasi biasanya dilakukan karena ia.Ingin melepaskan lelah setelah bekerja.
b.    bosan karena tak ada yang dapat dikerjakan.
c.    Melepaskan diri dari kesibukan sehari-hari yang melelahkan.d.Mengisi waktu saat liburan.
G.   Nilai-nilai Rekreasi
Banyak nilai yang dapat diperoleh dari rekreasi dengan menggunakan dasar persekutuan.Ketegangan dapat dilepaskan dan energi yang ada dapat digunakan dengan cara-carayang berguna. Anak-anak dapat diajari bagaimana berolah raga dalam berbagai kegiatan sehingga kemampuan individu dapat dibangun dan ditingkatkan melalui rekreasi. Anak-anak perlu belajar berelasi dengan orang lain di arena bermain sebagaimana di dalam kelas atau rumah. Kreativitas dapat ditingkatkan dan dibangun, dan cara-cara baru untuk melakukannya dapat diperkenalkan. Salah satu manfaat penting dari rekreasi adalah dalam pembentukan karakter/sifat. Telah dikatakan bahwa "anak-anak belajar melalui bermain". Melalui suatu program rekreasi yang telah disusun dan direncanakan dengan baik, anak-anak dapat belajar untuk menikmati penggunaan waktu sebaik-baiknya.
Tantangan pada pengajaran yang efektif dengan menggunakan latar alami amat tidak terbatas bagi para pemimpin dan para guru.
H.   MERENCANAKAN REKREASI
Untuk merencanakan rekreasi ada enam prinsip dasar dalam pertanyaan- pertanyaan di bawah ini yang harus dijawab terlebih dahulu.
Siapa
Siapa saja yang terlibat dalam kegiatan ini, bagaimana karakter mereka, kebutuhanmereka, minat mereka, dan kemampuannya.
Apa    
Apa saja bentuk aktivitas, apa temanya, apa tujuan utama dari rekreasi tersebut.
Mengapa
Menjelaskan dengan spesifik makna kegiatan tersebut, menjelaskan sejelas-jelasnyatujuan dan manfaat dari setiap kegiatan dalam rekreasi.

Kapan
Bulannya, harinya, tahunnya, atau waktu yang digunakan dalam rekreasi.
Dimana
Lokasinya dan kemudahan untuk menemukan lokasi tersebut.
Bagaimana
Garis besar acara, rencana, pelaksanaan program, metode yang digunakan, bahan-bahan,rencana waktu, dan kebutuhan akan manajemen.


















BAB III
Penutup
Kesimpulan
Siswa adalah individual yang unik dan sekaligus manusia sosial yang sedang belajar. Dua sifat manusia yang berbeda. lndividu mengandung arti seseorang berbeda dengan orang lain. la berbeda dalam segala hal. Perbedaan itu berhak dihormati dan dihargai. Tetapi dilain pihak ia mempunyai sifat sosial yang berarti ia banyak bergantung pada orang lain, menyesuaikan diri dengan orang lain dan harus menyamakan dirinya dengan orang lain. Inilah dua sifat yang menyatu dalam diri manusia.
Selain memperluas kebebasan individual dan pengembangan jasmaniah siswa, pendidikan rekreasi ini juga dapat meningkatkan pengembangan interaksi sosial di antara kelompok siswa. Demikian pula manfaat dan tujuan rekreasi mampu mengembangkan aspek totalitas siswa yaitu, kapasitas intelek atau segi ranah kognitif siswa.
Rekreasi, yang merupakan pembaharuan kesejahteraan fisik dan mental, sangat perlu bagi perkembangan manusia seutuhnya. Cara yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan ini mempengaruhi sikap murid- murid terhadap hubungan-hubungan antar pribadi dalam kehidupan.
Saran dan Kritik
Tulisan sederhana ini merupakan gambaran informasi yang harus di sampaikan kepada semua komponen, yang akan terlibat dalam proses pembelajran atau kepelatihan khususnya kependidikan. Yang tidak menutup kemungkinan dipelajari oleh mereka, yang punya keinginan untuk menambah wawasan tentang kemampuan dan pengetahuannya. Yang tentunya akan sangat bermafaat bagi kita yang hendak mengajar.
Keterbatasan ruang dan waktulah yang menyebabkan tulisan ini perlu diperbaiki dan dan di tambahkan di kemudian hari, tentunya dengan tujuan penyempurnaan yang bersifat lebih komprehensif lagi, dalam suasana yang lebih komunikatif dan kondusif. Oleh karena itu, segala saran dan kritik akan kami terima dengan senang hati. Dengan segala keterbatasan saya ucapkan mohon maaf dan terimakasih.
Daftar Pustaka
Jay B. Nash. (Dengan mendapatanya tentang rekreasi).
Supandi. (1992). Strategi belajar mengajar pendidikan jasmani. Jakarta: depdikbud
Kamus Webster (mendefinisikan rekreasi).
“meyer, brightbill dan sessome (dengan 9 ciri dasar rekreasi)
Kumpulan dari berbagai sumber
www.googel.com.
















v

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar